Gelar Az Zahra untuk Fatimah?

.
Banyak sekali akhwat di sosial media yang menyematkan nama Az Zahra di belakang namanya, sebagaimana orang-orang menyematkan gelar Az Zahra kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha
.
Tahukah arti dan makna Az Zahra, yakni wanita suci yang disucikan karena tidak pernah mengalami haidh sama sekali.
.
“Beliau (Fathimah) bergelar Az Zahra karena tidak pernah menjalani haid layaknya wanita-wanita surga, atau karena beliau warna laksana wanita surga, atau karena alasan lainnya. Keterangan-keterangan tersebutlah yang menjadikan beliau beda dalam memiliki karunia Allah yang kemungkinan menjadi hikmah disebalik keturunannya yang akan terus ada dialam ini sebagai ketentraman dari segala bentuk fitnah dan cobaan di jagat raya ini.” (Al Fatawa Al Haditsiyyah Li Ibnu Al Hajar, I/119)
.
Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, dalam tafsirnya mengatakan,
.
“Diriwayatkan bahwa Sayyidah Fathimah Az Zahra tidak pernah haidh, oleh karena itulah dia juluki dengan Az Zahra.” (Tafsir Al Manar, 3/246)
.
Memang terdapat ulama Ahlu Sunnah yang menyematkan nama Az Zahra kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha, akan tetapi dalil yang dijadikan rujukannya adalah dhaif, matruk dan palsu.
.
Karenanya, tidak bisa dijadikan landasan untuk menerapkan atau menyematkan gelar tersebut secara khusus kepada Az Zahra radhiyallahu ‘anha.
.
Dan begitu pula perkataan ulama bukanlah dalil, perkataan ulama membutuhkan dalil, dan jika dalilnya itu dhaif, matruk dan palsu maka itu tidak juga dapat dijadikan landasan.
.
Al hasil, pujian gelar Az Zahra itu datangnya dari Syi’ah yang menyusup tanpa disadari oleh Ahlu Sunnah.
.
Syaikh Al Hasan Al Halabi rahimahullah berkata,
.
“Di antara pujian ala Syiah yang menyusup di tengah-tengah ahli sunnah adalah mengelari Fathimah dengan gelaran al Batul atau dengan gelaran az Zahra. Sebatas yang kami ketahui kami belum mengetahui dalil dan alasan syar’I untuk memberikan dua gelaran tersebut kepada Fathimah”.
.
Bagi kalian yang memiliki anak perempuan yang diberi nama Az Zahra, segera diganti, karena dari makna namanya saja sudah menyalahi kodrat seorang wanita.
.

(Atha bin Yussuf)

*****

Bagian dari kodrat wanita adalah mengalami haid. Wanita di dunia dianggap normal, ketika dia mengalami haid. Ketika ’Aisyah ikut berangkat haji wada bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengalami haid. Hal inipun membuat ’Aisyah bersedih, hingga beliau menangis. Sang suami yang penyayang menenangkannya,

’Kamu kenapa? Apa kamu haid?’ tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

’Ya.’ Jawab ’Aisyah.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَاقْضِي مَا يَقْضِي الحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ

Sesungguhnya haid adalah perkara yang telah Allah tetapkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja kamu tidak boleh thawaf di Ka’bah. (HR. Bukhari 294dan Muslim 1211)

Oleh karena itu, ketika ada berita bahwa ada salah satu wanita keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak mengalami haid, yang disampaikan dalam rangka menunjukkan keutamaannya, selayaknya tidak langsung kita terima, namun kita periksa keabsahan berita itu. Karena kondisi ini menyalahi kodratnya wanita.

Referensi: https://konsultasisyariah.com/23336-benarkah-fatimah-tidak-mengalami-haid.html

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: