Menyepelekan Ikhtilat: Awal Mula Maksiat yang Dahsyat

Ukhti yang cantik-cantik…
Hati-hati yaaa, jaga diri..
Jangan sampai atas nama dauroh, rihlah, rapat, tugas kerja, dinas malam lalu menyepelekan ikhtilat campur baur laki perempuan. Setan itu lebih tergugah buat godain orang ngaji karena kalau jatuh dalam maksiat maka dampaknya dahsyat.


“Banyak madhorot yang seringnya dianggap sepele oleh kita, bahkan yang sudah ngaji. Pergaulan ikhtilat laki perempuan juga sering dianggap biasa dengan alasan “mau gimana lagi”.

Coba bayangkan jika seorang lelaki di tempat kerjanya campur dengan wanita…
“Terus kenapa? Ya mau bagaimana lagi?”
“Tuh, kan….antum belum apa-apa sudah terjebak “mau gimana lagi”. Akhi, mustahil wanita bekerja diluar dan bergaul sama banyak orang lalu nggak pake dandan! Laki juga sama! Coba kita bandingkan, saat di tempat kerja dengan banyak ketemu teman sekerja atau sekantornya itu berapa jam? Katakanlah 5 sampai 6 jam ngobrol diselingi canda-canda, ketawa bareng, dan mungkin lebih dari itu bagi yang tidak kenal ngaji, Wallahu A’lam, dan selama itu pula bisa saling lihat dengan tetap sama-sama rapi, wangi nggak ada bau terasi, plus nggak ada pemandangan daster sobek ditambah wajah ori alias original alias free dempul, lalu coba saat berada sama pasangannya di rumah dengan segala tetek-bengek urusan rumah!
5 jam di kantor serasa surga, Akhi!

Sampai ada perceraian suami istri juga karena istrinya kerja di kantor! Ada teman sekantornya laki-laki yang merusak rumah tangganya setelah terjadi konflik sekian waktu dan akhirnya bilang, saya siap menjadi suamimu! Kurang ajar, nggak?
Ada juga kasus lain akhirnya sampai naudzu billah keduanya berzina karena seringnya bertemu saat dinas malam!

Kita ini diuji oleh Allah, dan semoga bukan dihukum, dengan sikap kita yang seringnya menyepelekan nasihat Allah dalam Al-Qur’an, sekali lagi hanya karena kita beralasan darurat mau gimana lagi! Sedang kita tak pernah berusaha mengakhiri kondisi darurat kita. Darurat itu dibolehkan bila memenuhi syarat-syaratnya, tapi juga memiliki masa, tidak sepanjang hari dan selama-lamanya kita dalam kondisi darurat, kenapa? Karena orang ada yang akhirnya menikmati kondisi darurat karena boleh ini boleh itu yang pada asalnya dilarang dalam agama.
Kadang kita juga bermudah-mudah dalam urusan pergi Ikhwan akhawat bareng ke suatu tempat dengan alasan daurah, rihlah , rapat dan lain sebagainya, seakan sudah darurat. Padahal kalau nggak pergi juga nggak ada yang terancam nyawa, harta dan lain sebagainya.
Antum tahu nggak, salah satu rahasia yang tersimpan dalam semua kisah Adam dan iblis yang Allah sampaikan berkali-kali dan semuanya tentang dendam iblis kepada Adam hingga satu-satunya keinginan iblis adalah membuat Adam dan Hawa telanjang?”

“Wah, seru nih kayaknya..!”
“Bentar, sudah sendok terakhir nih….”
“Halah…bilang aja ente mau nambah lagi!”
(Bingung nih, pemirsah…antara nambah es kopyor semangkuk lagi apa mritilin gurame?)


(Fairuz Ahmad)


“Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.” (QS. an-Nisa:76)
“Sesungguhnya tipu daya wanita adalah besar.” (QS. Yusuf:28)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: