Beratnya Kesabaran Menahan Akibat Dosa

Bila Allah memberimu musibah berupa dizalimi orang, maka itu pasti adalah sebagai balasan atas dosa-dosamu, dan bilamana engkau merasa sangat berat menahan kesabaran atas musibah tersebut, maka fikirkanlah beratnya seseorang yang menanggung kesabaran yang engkau menjadi penyebab musibah atasnya.

Musibah dan Pahala Kesabaran

Amal kita sedikit dan banyak yg kurang ikhlas dan nggak sesuai tuntunan. Dosa kita banyak, yg besar yg kecil, kepada Allah dan kepada orang lain.

Taubat kita cuma setengah-setengah, masih berat meninggalkan hawa nafsu. Allah beri musibah dan hal-hal buruk supaya dengan kesabaran dan keikhlasan kita Allah beratkan timbangan pahala kita.

Karena pahala sabar tidak ada batasnya.

Beratnya Dosa kepada Sesama Manusia

Bila engkau berjumpa dengan Allah dalam keadaan engkau membawa 70 kesalahan /dosa – selain syirik – yg dosa tersebut antara engkau dan Allah, itu lebih baik daripada engkau berjumpa dengan Allah meskipun hanya membawa satu dosa yang itu menyangkut antara engkau dengan manusia.

(Imam Sufyan Ats-Tsauri – رحمه الله )

Kesedihan dan Pengguguran Dosa

“Jika telah banyak dosa-dosa seorang hamba, tetapi ia tidak memiliki amalan yang dapat menghapus dosa-dosa tersebut darinya, maka Allâh mengujinya dengan kesedihan agar kesedihan tersebut dapat menggugurkan dosa-dosanya dari dirinya.”

[At-Taubah karya Ibnu Abîd Dunyâ 130]

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Dosa yang Diwariskan

Bila engkau menyayangi orang tuamu di alam kubur, jangan perberat hisab atas mereka karena dosa-dosa yang engkau perbuat, jangan teruskan kebiasaan buruk yg mereka wariskan kepadamu semisal merokok, memaki, berbuat bid’ah, apalagi berbuat syirik.

Apakah Seorang Suami akan Menanggung Dosa Istri dan Anak-Anaknya?

Apakah seorang suami akan menanggung dosa istri dan anak²nya?

Jawab:
Tidak, seorang suami tidak menanggung dosa istri dan anak²nya, jika istri dan anak²nya berbuat dosa maka dosanya akan ditanggung oleh mereka masing², karena Allah ta’ala telah berfirman:

وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan tidaklah seorang berbuat dosa melainkan dosanya akan terbebani kepada dirinya sendiri, dan seseorang yg berdosa tdk menanggung dosa org lain”
(Al’an’am;164)

Akan tetapi, seorang lelaki punya tanggung jawab atas pendidikan (agama) istri dan anak²nya. Jadi, bedakan antara bab memikul dosa dengan bab memikul tanggung jawab. Jika istri tidak berjilbab maka seorang suami berdosa jika ia tidak menyuruh istrinya untuk berjilbab, jika anak tidak shalat maka ia berdosa jika tidak mengajari dan memerintahkan anaknya untuk shalat. Dalilnya adalah hadits Nabi ﷺ berikut ini:

ألا كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته فالإمام الاعظم الذي على الناس راع وهو مسؤول عن رعيته والرجل راع على أهل بيته وهو مسؤول عن رعيته ..

“ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya atas apa yang ia pimpin. Seorang penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan ditanya tentang rakyatnya. Seorang lelaki adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan dia akan ditanya tentang keluarganya itu ..”
(HR. Bukhari)

Seorang suami akan terkena dosa jika dia menelantarkan pendidikan agama istri dan anak²nya serta karena membiarkan mereka melakukan maksiat, profil lelaki seperti ini dalam agama disebut “Ad Dayyuts”. Nabi ﷺ bersabda:

ثلاثة قد حرم اللّٰه عليهم الجنة مدمن الخمر والعاق والديوث الذي يقر في أهله الخبث

“Ada tiga orang yang Allah benar² haramkan mereka masuk surga, yakni: Pecandu khamr, anak yang durhaka pada orang tua dan AD DAYYUTS, yaitu orang yang setuju pada khabats (maksiat) yang dilakukan oleh anak istrinya”
(Shahih Al Jami‘ no.3052)

Faishal Abu Ibrahim

Takutlah Kepada Allah, Wahai Jiwa yang Berlumur Dosa Ini

Jika engkau sulit melakukan ketaatan, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah sudah tidak suka denganmu, jangan-jangan Allah sudah tidak menginginkan ketaatanmu.

Jika engkau sulit menangisi dosa-dosamu, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah menutup hatimu yang gelap pekat dengan hitamnya dosa-dosa.

Jika engkau sulit mengingat dosa-dosamu kepada Allah dan kepada sesama manusia, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah tak mempedulikanmu, dibiarkannya engkau dalam gelimang maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah.

Takutlah kepada Allah, wahai jiwa yang berlumur dosa ini …
Takutlah akan hari di mana setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri dan ketakutan di hadapan Allah dan para malaikat…

Hari di mana dibentangkan jurang neraka Jahannam, hari di mana rantai-rantai yang berat dan kasar menyeret leher para musyrikin dan munafiqin, para pezina, para pembunuh, para pengkhianat dan para perampok untuk masuk ke dalamnya…

Hari-hari di mana semua rahasia dibukakan, hari di mana semua isi hati ditampakkan. Hari-hari di mana wajah-wajah tertunduk malu dan ketakutan yang mendalam, dalam dahsyatnya hari pengadilan.

Hari di mana semua rasa sakit di dunia menjadi terasa ringan, tak terasa walau hanya bagai seujung kuku sekalipun.
Hari di mana semua nikmat di dunia menjadi hambar, tak terasa walau hanya bagai setetes air sekalipun.

Dosa tidak Menghapus Hak Suami

Kesalahan yang ada pada suami tidak otomatis hilang hak nya untuk didengar dan dita’ati oleh istrinya. Kecuali jika kesalahan yang membuat suami keluar dari Islam.
Suami adalah Pemimpin dan wajib dita’ati juga didengar.
.
Ketika ada yang menjelaskan bahwa suami itu wajib didengar dan dita’ati, bukan berarti yang menjelaskan itu sedang mensucikan sosok seorang suami. Tidak sama sekali, dan yang pasti setiap pemimpin itu pasti punya kesalahan.
.
NB:

  • sedikit tapi semoga bisa dipahami.
  • saat suami atau pemimpinmu punya kesalahan jangan disebarkan di FB
  • aib suami atau pemimpinmu jangan dicari-cari itu namanya tajassus dan haram.

(La Ode Abu Hanifa)

Kalau Bukan karena Rahmat Allah maka Kita Sudah Binasa (Akibat Dosa Kita)

Kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas, pastilah kita telah berputus asa dalam menjalani hidup ini, bagaimana tidak membuat hati kita kecut ?, ujian kita hidup di zaman ini dahsyat, peluang berbuat dosa siang dan malam silih berganti datang menghampiri, godaan demi godaan bertubi-tubi menghampiri, sementara bencana silih berganti datang kepada kita sebagai peringatan Allāh atas penduduk bumi.

Sementara Iblis dan bala tentaranya tak pernah henti menyesatkan, sementara manusia memiliki hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada kerusakan, sementara dosa dikelilingi berbagai macam kenikmatan dunia, dan surga dihiasi dengan hal-hal yang dibenci.

Bagaimana kita akan selamat ?

Tentu kita semua telah terjatuh di dalam lumpur dosa baik sengaja ataupun tanpa disengaja.

Tentu kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas, dan ampunan Allāh selalu terbuka, dan lagi maha penerima taubat tentulah kita telah berputus asa untuk hidup, karena tidak akan ada yang dapat selamat berjalan dengan segala ujian dunia ini.

Bila tidak terjatuh kedalam dosa syahwat, akan jatuh dalam dosa syubhat, bila selamat dari keduanya akan jatuh pada dosa ujub, kibr, dan riya’ yang akan menggugurkan amalan yang didalamnya disertai penyakit ini, atau bisa saja ada diantara kita jatuh kedalam semuanya.

Tentu kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas pastilah kita semua telah binasa. Karena itu selalulah memohon ampunan dan rahmat-Nya dan selalulah bertaubat setiap tergelincir kedalam dosa, mudah-mudahan Allāh akan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya.

Ya Allāh ampunilah dosa-dosa kami, maafkan kesalahan² kami, bantulah kami dalam mentaati-Mu, terimalah taubat kami, dan rahmatilah kami sungguh sedikit rahmat-Mu lebih agung dari banyaknya dosa-dosa kami. Sungguh Engkaulah Rabb yang rahmat-Mu mengalahkan murka-Mu, dan Engkaulah Rabb yang tak pernah bosan mengampuni dosa-dosa hamba-Mu. Dan janganlah Engkau jadikan kami bersama dengan orang-orang yang zhālim

(Hanafi Abu Abdillah Ahmad)

Balasan Atas Dosa PASTI Akan Datang, Cepat atau Lambat

Ketika Muhammad bin Sirin terlilit hutang dan ia dipenjara karenanya, beliau berkata:

إني أعرف الذنب الذي أصابني بهذا عيّرتُ رجلاً منذُ أربعين سنة فقلت له : يا مفلس قال : عَيَّرْتُ رَجُلاً بِالْإِفْلَاسِ فَأَفْلَسْتُ

“Sesungguhnya aku ingat dosaku yang mengakibatkan aku tertimpa musibah ini. Dahulu 40 tahun yang lalu aku pernah mengejek seorang yang bangkrut, “Hai bangkrut!””
Ternyata kini aku yang terkena bangkrut.”
(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 2/413)

Maka segeralah kita bartaubat dari segala dosa.
Karena dosa mendatangkan kesialan di dunia dan akherat.

(Ust Abu Yahya Badrusalam)

Blog at WordPress.com.

Up ↑