Ruqyah

Bila punya saudara yang kerasukan /kesurupan jin, saran saya: coba diruqyah sendiri saja dulu oleh keluarganya (oleh anda sendiri), nggak perlu minta bantuan orang lain untuk meruqyah atau repot-repot kesana kemari mencari peruqyah.


Kalau belum hafal doa-doa meruqyah orang sakit seperti “Allaahumma adzhibil ba’sa .. dst”, atau “bismillaahi arqiyka .. dst”, bisa dengan membaca Al Fatihah dan 3 Qul, atau kalau mau, bacakan juga Al Baqarah di rumah tersebut. Tidak usah malu ketika meruqyah hanya dgn membaca Al Fatihah dan 3 Qul, karena ruqyah itu sifatnya doa. Kita berdoa, bukan mau mencari pujian orang lain dengan banyaknya hafalan Quran.
Doa itu afdhal dilakukan sendiri sebagai bentuk tauhid dan merendah diri dihadapan Sang Khaliq. Di sinilah KEKUATAN DOA, yakni pada TAUHID dan PENGHINAAN DIRI di hadapan Allah.

Masalah kita (yang meruqyah) masih berlumur dengan dosa itu urusan lain, jangan membuat kita malu mendatangi-Nya, jangan membuat kita malu meminta dan memohon kepada-Nya, siapakah manusia yg tidak punya dosa? Bahkan si peruqyah yg anda mintai untuk meruqyah itu juga punya dosa.


Itulah kenapa orang yang tidak minta diruqyah dijanjikan oleh Nabi ﷺ nanti akan masuk surga tanpa hisab, karena disini terdapat pengamalan tauhid yg besar, yaitu kepasrahan dan penyandaran diri kepada Allah sepenuhnya

Faishal Abu Ibrahim

Blog at WordPress.com.

Up ↑