Tawasul, Penghuni Kubur dan Syirik Akbar

Baru dikirimin video seorang habib yang mengatakan bahwa meminta kepada Allah itu harus melalui dan melewati orang yang telah mati sebagai perantara dan jembatan (wasilah) agar dikabulkan, karena jika tidak akan dikabulkan oleh Allah Azza Wa Jalla doa permintaan dan permohonannya sebab banyak dosa, karenanya harus menjadikan orang shalih yang telah mati sebagai perantara dan jembatan.
.
Tipikal ahlu syirik yang berjubah Islam yang menyelewengkan tawasul /sasilah itu harus melalui dan melewati orang yang telah mati sebagai perantara dan jembatan dalam doa memohon kepada Allah Azza Wa Jalla. Ini sama saja meminta dan memohon pertolongan kepada orang yang telah mati agar memberikan manfaat untuk menjadi perantara memohon kepada Allah Azza Wa Jalla, dan itu adalah syirik akbar.
.
Jika mengatakan tidak diterima lantaran banyak dosa, sungguh, iblis saja yang dinyatakan kafir oleh Allah Azza Wa Jalla didengar doanya dan dikabulkan oleh Allah Azza Wa Jalla doanya.
.
Berdoalah langsung kepada Allah Azza Wa Jalla. Dia Dzat Yang Maha Mendengar dan tidak membutuhkan perantara. Jangan dengarkan ahlu syirik berjubah Islam
.
Atha bin Yussuf

Salah-Salah Malah dapat Dosa Jariyah

Bagaimana dengan bersedekah atau berdonasi buat ma’had atau pesantren yang mengajarkan kesyirikan di dalamnya?
Terlebih pesantren yang mengajarkan kesyirikan hampir pasti banyak mengajarkan bid’ah dalam i’tiqad dan amaliyah.

Dikuatirkan maunya dapat pahala, tapi malah dapat dosa jariyah.
(Kalau sedekah untuk pribadi, itu hal lain).

Padahal musibah dan bencana di mana-mana, itu tidak lepas akibat dari kesyirikan dan bid’ah yang merajalela di mana-mana, yang mereka dinasehati malah keras kepala.



Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑